konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah
Konflikyang dialami tokoh Lasmi dalam kutipan cerpen tersebut adalah Keengganan tokoh berurusan dengan rumah sakit. Hal tersebut dapat terlihat dari pernyataan (3) Dokter menyarankan Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata Lasmi meninggalkan ruang praktik dokter. Kepala Lasmi tiba-tiba berdenyut nyeri.
WatakFauzan dalam kutipan cerpen tersebut adalah . A. Ramah, baik, perhatian Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah . A. Takdir memang selalu puny acara yang tak terduga. D. Uangnya tak cukup untuk biaya pemahaman. B. Tanpa firasat
5 Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah A. Sosial B. Pendidikan C. Agama. Jawaban: B. Boleh Baca: Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Materi Puisi. 6. Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah A. Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama B. Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan
KeteladananKalilah yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah: Mengingatkan Dimnah agar tidak mencampuri urusan raja. Hal ini di perjelas oleh kalimat: • Bukan kita orangnya yang patut mencam puri hal raja dan memperkatakannya. • Ketahuilah, orang senang mencampuri urusan bukan urusannya sendiri, serupa halnya dengan kera yang mencampuri
Site De Rencontre Quebec Sans Inscription. Aku dan Bapak masih dalam perjalanan ke Iadang ketika dari arah depan terdengar seseorang berteriak-teriak. "Mati aku! Mati aku!" Kami bergegas menuju suara tersebut. Kami menemukan Lik Timin nglesot di memukul-mukul tanah. "Kenapa, Min?" tanya Bapak. "Rusak!" Ia meraung. "Rusak, Kang!" ''Apanya yang rusak?" Bapak mengejar. "Jagung! Ludes!" "Ludes? Jagungmu?" "Jagung kita!" "Kita?" Tanpa menunggu Lik Timin mengiakan, Bapak melesat. Aku pontang-panting menyusulnya, meninggalkan Lik Timin yang masih menelungkup di tanah. Sebentar kemudian, kami sudah sampai di Iadang. Dikutip dari Mahfud lkhwan, "Jeritan Tengah Malam" dalam Belajar Mencintai Kambing, Yogyakarta, Buku Mojok, 2016 Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Bacalah penggalan novel berikut! Tiba-tiba Winna mendekati Adi. Seperti seorang kekasih yang menyambut kekasihnya merentangkan tangan siap menerima pelukan, tapi Winna terbentur tubuh Ima yang tiba-tiba saja menghalangi. Kontan saja Winna kaget. "Eit...eitt... oh jadi ini rupanya sang pembela itu. Oooh, gue tahu sekarang. Kau dan Adi datang pagi-pagi, janjian mau ngobrol-ngobrol, ya? Dan Adi bertambah rajin karena ada kekasih hati menunggu. Gue tahu sekarang. Woi, teman-teman, Adi dan Ima jadian! Woi. A..." Mulut Winna tiba-tiba dibekap Adi. "Elo kalo ngomong jangan macem-macem. Hati-hati. Gue jadi ingin muntah dengan segala tingkah lo yang norak ini. Urus saja make up lo yang menor itu daripada ngurusin orang lain." "Ehh. eh.. gue hanya main-main kok, Di. Suwer!" hati Winna meleleh setelah Adi dengan tegas memotongnya. "Maafin gue ya, Di." Adi diam saja. "Ayo, dong, Di. Maafin gue, pliss." Winna paling takut dimarahi, dia tidak bisa mendekatinya lagi. "Minta maaf dulu sama ima, baru ke gue." Jawab Adi. "Lho kok ke Ima, sih." Winna kaget dengan perintah Adi. Harus minta maaf pada Ima. Oh tidak yaw. Gengsi dong, bisik hati Winna. "Ya, kau telah hampir mencemarkan nama baiknya. Dia orang baik tahu, tidak kayak kamu. Dan Gue Bukan Robot karya M. Irfan Hidayatullah, 2004. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ....
Konflik yaitu perselihan yang timbul sebagai akibat adanya dua kekuatan yang bertentangan. Berikut ini adalah contoh soal menetukan konflik pada kutipan cerita 1. Bacalah kutipan cerita berikut! Biarpun begitu muncul juga dari gua sanubariku, mengalir secepat kilat ke dalam otak menciptakan pikiran-pikiran yang memalukan. Sambil berbaring memeluk guling. Tiba-tiba khayal membentang di depan muka mata batinku. Aneh tak tahan lagi aku. Aku menjadi sebal dan mual. Gadis yang jelita dan tidak berdosa itu harus menjadi korban, dibaktikan kepada seorang tua bangka, suka makan riba. Kupejamkan mataku, menyusukkan kepalaku ke bawah bantal. Aku tidak mau mengujatnya. Konflik yang terjadi pada kutipan cerita tersebut adalah ... A. tokoh aku yang tidak setuju dengan tua bangka. B. tokoh aku yang tidak setuju gadis jelita jadi korban. C. tokoh aku yang gelisah dan tidak bisa diatur. D. tokoh aku yang tidak bisa menyimpan masa lalu. 2. Bacalah kutipan cerita anak berikut! Pagi ini tidak bisa lagi Timan tak marah. Kapal gratis ke Muara Baru masih belum bisa jalan, sementara Rahmat anaknya yang sekolah pada sebuah SD di Pluit tak mau berangkat dengan bus. Tapi tentu Timan mestinya ngerti. Dengan bus dari Marunda, Cilincing, ke Pluit, Penjaringan, jaraknya 10 km. Pukul berapakah Rahmat sampai di sekolah. Konflik pada kutipan cerita tersebut adalah ... A. sekolah yang jauh membuat timan bingung B. angkutan gratis yang rusak rahmat tidak sekolah C. kekhawatiran Timan atas keterlambatan Rahmat D. jarak sekolah yang merepotkan siswanya 3. Bacalah kutipan anak berikut! "Orangtua Ari ingin Ari pindah ke Kota Malang untuk melanjutkan SMP di sana. Memang orangtuanya tinggal di Malang, sedangkan di sini Ari tinggal bersama neneknya." Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi. "Oh, Lasmi, berpisah dengan teman-teman sekolah itu biasa. Kan, tidak selamanya kalian dalam satu sekolah, lama kelamaan kau akan melupakan Ari juga." "Ah, tida bisa, Bu. Ibu tahu selama ini Ari sudah seperti saudara sendiri," kata Lasmi terbata-bata. Konflik pada kutipan cerita tersebut adalah ... A. Lasmi sangat kesal karena ibu mengizinkan Ari pindah ke Malang. B. Lasmi ingin ikut pinda ke Malang jika Ari melanjutkan SMP di sana. C. Lasmi tidak dapat menerima atas kepindahan Ari ke Malang. D. Lasmi menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa. 4. Bacalah kutipan cerita berikut! "Her, Tur ... lo mending jadi pemain Singapur aja! Nggak ada pemain kaya gue di Singapur! Muke lo juga lebih pantes main di Singapur!" Ledek Benni. Arthur langsung berhenti dan menarik pundak Benni. "Heh! Gue ini orang Indonesia! Nggak bakal gue tuker sama apa pun! Konflik pada kutipan cerita tersebut adalah ... A. saling mengnginkan pergi ke Singapura B. ketegangan dengan orang asing C. perbutan pemain luar negeri D. harga diri yang dipermainkan 5. Bacalah kutipan cerita berikut! “Maaf Bu!” pintaku santun pada Bu Laras. “Saya mengantuk, Bu”. “Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka kalau kau mengantuk, Sab!” Serentak seisi kelas menertawakanku dan membuatku malu serta kesal pada diriku sendiri. leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku. “Sudah-sudah! Anak-anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk.” Nasihat Bu Laras dengan lembut dan tenang. Konflik kutipan novel tersebut adalah ... A. Permintaan Sab kepada Bu Laras. B. Bu Laras mempersilakan Sab mencuci muka. C. Sab kesal ditertawakan seisi kelas. D. Bu Laras menghibur Sab yang kesal. 6. Bacala kutipan teks cerita berikut! Kalau tidak, tentu telah berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. Dua hari yang lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yang sudah tidak muat lagi mereka kenakan. Aku yang menyisihkan pakaian-pakaian tua milikku, begitu juga milik istriku. Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yang dia terima. Kami sebenarnya bukanlah orang yang mampu. Tapi kebiasaan seperti itu telah ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil. Konflik yang dialami oleh tokoh dalam kutipan cerita tersebut adalah ... A. Aku kehilangan pekerjaan. B. Tukan kebun yang kehilangan pekerjaan. C. Tukang kebun tidak mendapatkan bantuan. D. Aku tidak mampu bayar upah tukang kebun. 7. Bacalah kutipan teks cerpen berikut! 1 Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus pada ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus pada pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. 2 Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” jawab Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” jawab Fikri. 3 “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” jawab Rio dengan terbata-bata. 4 Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. 5 “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu dan menahan malu. 6 “Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi. Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. Pak Widi mengambil ponsel Rio. B. Fikri meminjam ponsel milik Rio. C. Pak Widi mendekati Fikri dan Rio. D. Fikri menegur Rio saat main HP. 8. Bacalah kutipan cerpen berikut! 1 Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. 2 Di rumah lima jari mendarat di pipiku. 3 Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?” 4 “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran. 5 “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?” 6 Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah. Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. undangan guru mengaji B. ayah marah-marah C. tokoh aku mencuri D. toko aku diam Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Cerpen yang banyak dibaca dan viral pasti memiliki konflik yang menarik tapi juga unik. Berikut ada 7 cara membuat konflik dalam cerpen menarik dan mudah dan bisa jadi sebuah cerita yang akan viral dan bisa best seller dalam karya ciptaanmu sendiri. Sebuah cerita memiliki tiga bagian yang menentukan alurnya, yang disebut juga sebagai alur cerita. Tiga bagian alur cerita ini adalah orientasi, konflik, dan penyelesaian cerita. Dari tiga bagian alur cerita tersebut, konflik biasanya menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh pembaca, karena menampilkan dan menceritakan masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh pada cerita tersebut. Konflik dalam kehidupan sehari-hari dapat diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Sedangkan dalam sastra atau karya sastra, konflik adalah ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama. Hal ini bisa terjadi sebagai pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, atau sebagainya. Sama seperti pada karya tulis lainnya seperti novel dan dongeng, konflik cerita juga terdapat dalam cerpen. Bagi kamu yang ingin membuat cerpen, berikut ini adalah cara untuk membuat konflik dalam cerpen, serta contoh-contoh konflik dalam cerpen. Baca Juga Apa itu Bookstagram? Daftar Isi Artikel 1Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik1. Berfokus pada Ide Cerita2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama7. Percepat KonflikContoh Konflik dalam Cerpen1. Menentukan Pilihan2. Bahaya Mengancam Keluarga3. Menghadapi Ketakutan Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik Sebuah cerpen dianggap menarik salah satunya dilihat dari konflik yang ada dalam cerpen tersebut. Bagian konflik terbagi menjadi tiga, yaitu saat konflik mulai muncul, saat konflik hampir mencapai puncaknya, hingga saat konflik sudah mencapai titik puncak atau klimaks konflik. Agar konflik dalam cerpenmu menjadi lebih menarik, perhatikan cara membuat konflik dalam cerpen berikut ini 1. Berfokus pada Ide Cerita Cara pertama untuk membuat konflik dalam cerpen adalah dengan tetap berfokus pada ide utama cerita. Ide cerita yang dimaksud adalah masalah yang terjadi pada tokoh utama. Sehingga berfokus pada ide cerita akan membuat konflik pada cerpen tidak melebar dan meluas. Hindari untuk membahas atau menceritakan terlalu banyak tentang tokoh pendukung, sampai porsi tokoh utama hanya sedikit. Selain itu, jika konflik pada cerpen tidak berfokus pada ide cerita, akan membuat pembaca bingung untuk mengetahui konflik cerita. 2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen Membuat hambatan untuk karakter atau tokoh dalam cerpen juga bisa menjadi cara yang tepat untuk membuat konflik. Hambatan untuk karakter utama ini akan menjadi masalah besar dan memunculkan konflik dalam cerpen. Agar konflik terlihat semakin menarik, sebaiknya buat hambatan yang solusinya sulit ditemukan. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Baca juga Sumber-Sumber Ide Penulisan 3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter Selain menciptakan hambatan untuk karakter pada cerpen, membuat konflik yang berhubungan dengan hal yang dipedulikan oleh karakter juga bisa dilakukan. Membuat konflik dengan cara ini bisa dilakukan dengan cara memunculkan konflik yang berkaitan dengan anggota keluarga, orang yang disayang, atau barang-barang penting miliki karakter utama. 4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat Konflik dalam cerpen memang sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang, tapi harus dibuat secara jelas dan menarik. Hal ini bukan berarti penulis cerpen tidak bisa membuat konflik yang sulit dan menantang. Konflik dalam cerpen juga sebaiknya dibuat sekompleks mungkin, hingga menaikkan adrenalin pembaca dan terkesan menegangkan. 5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama Memunculkan ketakutan karakter atau tokoh utama juga menjadi cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah konflik dalam cerpen. Penulis bisa mencari ketakutan terbesar karakter utama menjadi sebuah konflik, kemudian memunculkan solusinya. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! 6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama Menentukan pilihan akan sesuatu, misalnya dalam memilih seseorang juga bisa menjadi konflik yang menarik dalam cerpen. Ketika karakter utama harus menentukan pilihan, hal ini bisa menimbulkan konflik dalam dirinya sendiri, maupun bagi orang lain yang harus dipilih. 7. Percepat Konflik Jalan cerita yang terlalu panjang akan membuat pembaca jadi bosan dan pembaca cenderung lupa pada inti cerita. Maka dari itu, konflik yang dituliskan dalam cerpen sebaiknya dipercepat, tapi tetap bisa menaikkan adrenalin pembaca dan menjadi konflik yang menegangkan. Hal yang paling penting dari 7 poin diatas adalah memahami calon penikmat cerita tersebut. Makanya, perlu banget memahami sasaran pembaca itu sendiri. Nah, pahami disini mengenai Sasaran Pembaca. Contoh Konflik dalam Cerpen Berikut ini adalah beberapa contoh konflik dalam cerpen dengan tema yang berbeda-beda, sebagai contoh bagi penulis untuk menulis cerpen 1. Menentukan Pilihan “Entahlah, Aryo. Aku tidak bisa memutuskannya secepat itu. Kurasa aku terlalu kaget, aku nggak menyangka selama ini kamu punya perasaan seperti itu ke aku,” ucap Anita ke Aryo, sahabatnya sejak mereka SMP. Sebelumnya, Aryo tiba-tiba menyatakan perasaannya ke Anita, padahal mereka sudah bersahabat selama lebih dari 10 tahun. Pada saat yang sama, Anita saat ini juga sedang kembali menata hidupnya setelah gagal menikah dengan kekasihnya setelah tiga tahun berpacaran. Ia tidak pernah menyangka juga kalau Aryo ternyata menyukainya, karena Aryo juga baru saja putus dari pacarnya. “Aku mengerti kondisimu saat ini, Anita. Aku juga nggak memaksa agar kita berpacaran. Aku hanya ingin kamu tahu saja, karena sudah lebih dari lima tahun aku suka padamu,” jelas Aryo. “Terima kasih karena kamu sudah mengerti kondisiku saat ini dan sudah jujur. Tapi saat ini biarlah hubungan kita tetap seperti ini,” Anita menjawab dengan hati yang bimbang. 2. Bahaya Mengancam Keluarga Rara tidak henti-hentinya menonton tayangan berita itu di televisi, tentang pesawat yang jatuh di sekitar Laut Jawa. Dilihat dari nomor seri pesawat, itu sama seperti yang digunakan oleh keluarganya yang berangkat pagi tadi dari Surabaya. Ayah, ibu, adik ipar, dan keponakannya rencananya akan ke Jakarta untuk mengantar adik ipar dan keponakannya pulang setelah liburan di rumah ayah dan ibunya. “Mas, itu bukan pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu pagi ini, kan?” tanya Rara sambil setengah menangis ke suaminya, Satrio. “Sepertinya memang itu pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu untuk ke Jakarta pagi ini, Rara. Aku sudah memeriksa e-tiket yang mereka kirimkan beberapa hari lalu,” jawab Satrio sembari memeluk Rara. Seketika itu juga tangis Rara pecah, seakan tak percaya hal ini terjadi pada keluarganya. Bahkan saat ini Rara tidak bisa berpikir, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia hanya teringat rencana-rencana yang akan dilakukan bersama Bapak dan Ibu jika mereka sudah sampai Jakarta. Termasuk kejutan yang akan ia berikan, mengenai kehamilannya. 3. Menghadapi Ketakutan Entah sudah berapa lama Robby berdiri di depan rumah dengan pagar berwarna biru tua itu. Sepertinya sudah lebih dari 20 menit. Hatinya ragu, apakah ia harus mengetuk pintu rumah itu atau tidak. Ya, itu adalah rumah ayahnya, ayah kandungnya yang sudah meninggalkan ia, ibunya, serta dua adiknya yang saat itu masih sangat kecil. Robby sendiri baru berusia tujuh tahun saat ayahnya memutuskan untuk pergi dari rumah. Selama bertahun-tahun ia mencari ayahnya, walau hal ini selalu ditentang oleh ibunya. Sebenarnya, sudah sejak dua tahun lalu Robby mendapatkan alamat rumah tempat ayahnya saat ini tinggal. Namun baru hari ini Robby berani pergi ke alamat tersebut. Tepat satu bulan setelah ibunya meninggal. Selama dua tahun itu pula Robby takut, apakah ayahnya akan mengenali dirinya dan menerimanya atau tidak. Hari ini, Robby memberanikan diri pergi ke alamat itu untuk memberitahukan bahwa ibunya sudah meninggal, namun entah apa tujuannya. Ia juga belum tahu. Semoga pembahasan singkat mengenai cara membuat konflik cerpen yang menarik beserta contohnya mudah untuk dipahami dan dipraktikkan. Dengan mempraktikkannya, cerita pendekmu bisa menjadi bacaan yang viral. Penulis Tyas Wening
1. Ketika sekolah beristirahat dan datang kesempatan sebaik-baiknya untuk minta porsekot gajinya, guru Isa menjadi ragu-ragu. Timbul kebimbangan dalam hatinya. Dia takut akan merasa malu jika permintaannya ditolak oleh guru kepala. Sementara itu, hatinya gundah pula memikirkan jika tidak membawa uang, Fatimah di rumah akan mengomel kepadanya. Dalam kutipan novel tersebut konflik terjadi antara . . . . a. guru Isa dengan guru kepala b. guru Isa dengan dirinya sendiri c. guru Isa dengan Fatimah d. guru kepala dengan Fatimah 2. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!” “Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!” Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .” “Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang. Tokoh yang mengalami konflik pada kutipan cerpen Malaikat Pelindung tersebut adalah . . . . a. Rinta dan dirinya b. Anya dan dirinya c. Rinta dan Anya d. Anya dan orang lain 3. Pemicu konflik pada kutipan cerpen soal di atas adalah . . . . a. hal yang sepele b. robeknya poster Anya c. hanya karena Rinta egois d. robeknya poster Rinta 4. Sudah beberapa sore Wati datang ke pondokanku. Sore ini ia datang juga. Aku mulai curiga padanya. Yang dibicarakannya sudah bukan pelajaran melulu. Dulu terhadap Marwan pun diawali dengan hal-hal seputar pelajaran. Dugaanku tidak meleset, dia datang tidak sebagai murid. Sebagai gurunya, aku sering mengelakkan pertemuan-pertemuan dengan dia. Tetapi memang Wati gadis yang agresif. Aku makin jengkel. . . . . Konflik yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah . . . . a. konflik fisik antara Wati dan Marwan b. konflik fisik antara tokoh aku dan Wati c. konflik batin antara Wati dan Marwan d. konflik batin tokoh aku terhadap Wati 5. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. Seorang ibu yang berjanji tidak akan meninggalkan anaknya lagi. B. Penyesalan seorang ibu yang telah meninggalkan anaknya. C. Seseorang yang tak tega melihat anak terlantar. D. Gelandangan yang ditemukan tewas di kolong jembatan. 6. Bacalah kutipan cerpen berikut! Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.” Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ... A. Teman-teman Andi semua memberi hadiah pada Tommy. B. Andi ingin meminta uang pada ibu, tapi tidak sampai hati mengungkapkannya. C. Sejak ayahnya meninggal, Andi harus hidup berhemat. D. Kepuasan Andi sudah memiliki hadiah untuk Tommy. Kunci Jawaban KLIK DI SINI
konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah